Pages

Tampilkan postingan dengan label news. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label news. Tampilkan semua postingan

KONGRES DIGITAL

Senin, 01 November 2010

Jakarta
- Setelah Upacara Digital, kini saatnya Kongres Digital. Dalam kesempatan ini, ID Optimis kembali mengajak seluruh elemen bangsa untuk berpartisipasi di dalamnya. Apa sebenarnya tujuannya?

Ketika dihubungi detikINET, Kamis (28/10/2010), Affi Khresna Aditya salah satu otak di balik gerakan sosial media tersebut memberi penjelasan bahwa #kongresdigital memiliki empat tujuan sebagai berikut.
  • Mengajak generasi muda untuk tidak hanya menyuarakan persoalan yang terjadi di sekelilingnya, terlebih lagi di Indonesia, tapi juga mengajak mereka untuk berpikir kritis akan solusi yang do-able sebagai aksi nyata peduli terhadap persoalan bangsa.
  • Mengajak generasi muda untuk melakukan perenungan pribadi sebagai generasi muda Indonesia agar memanfaatkan potensi yang ada untuk melakukan sesuatu yang nyata dan bermanfaat bagi sekitarnya, bahkan dalam lingkup yang lebih luas lagi untuk bangsa.
  • Mengajak generasi muda untuk meredefinisi ulang makna sumpah pemuda yang kontekstual dan kaitannya dengan hal-hal yang lebih real dan kekinian.
  • Menantang generasi muda untuk mengumandangkan komitmen pribadinya dalam mereduksi persoalan bangsa melalui sumpah pada tanggal 28 Oktober 2010.


Sumpah Digital, Sumpah 140 karakter

Affi melanjutkan dari keempat poin tersebut yang terpenting adalah merubah mental pemuda-pemudi saat ini. "Kita ingin merubah mental pemuda-pemudi supaya tidak menjadi mental majikan. Kalau berani mengeluh harus berani melakukan sesuatu," ujarnya.

Mental majikan yang dimaksud di sini adalah konsistensi diri terhadap peristiwa yang terjadi di Indonesia. Affi memberi contoh saat Jakarta dilanda banjir tempo hari lalu. Beberapa dari pemuda-pemudi hanya menyuarakan uneg-uneg serta kritikannya kepada FOKE selaku Gubernur Jakarta. Padahal mungkin beberapa dari mereka masih membuang sampah sembarangan.

Nah, melalui kongres digital hari kedua ini, Affi mengajak generasi muda Indonesia melakukan 'sumpah 140 karakter'. Di tahap pertama, sudah ada sekitar seribu pemuda-pemudi Indonesia yang membicakan seputar permasalahan bangsa. Pada tanggal 28 ini, mereka diminta melakukan sumpah untuk memperbaiki bangsa ini.

Contohnya: 'Saya ber #sumpah, sebagai generasi muda Indonesia tidak akan membuang sampah sembarangan, dan turut menjaga kebersihan #kongresdigital'. "Hal-hal kecil inilah yang mungkin bisa menjadi milestone," tambah Affi.
artikel di kutip dari detik
Ingin bergabung dalam sumpah digital tersebut? Segera kunjungi di situs ini
Read more ...

Telkom Buka Hotline Posko Bencana 2M

Kamis, 28 Oktober 2010
Jakarta - Telkom mendirikan Posko Siaga Bencana di kawasan 2M--Mentawai dan Merapi. Selain menyediakan fasilitas telekomunikasi untuk tim penanggulangan bencana, nomor hotline juga dibuka bagi yang ingin mencari kabar kondisi terakhir di pengungsian.

Posko Merapi

VP Public and Marketing Communication Telkom Eddy Kurnia menjelaskan, saat ini Telkom sudah mengoperasikan Posko di lokasi-lokasi pengungsian seperti di Turi, Muntilan dan Glagaharjo Kaliadem Cangkringan.

"Masyarakat maupun petugas bisa memanfaatkan sarana telekomunikasi yang tersedia di Posko tersebut," paparnya dalam keterangan yang diterima detikINET, Rabu (27/10/2010).

Sementara bagi masyarakat yang ingin mengetahui kondisi terakhir di pengungsian bisa menghubungi nomor hotline 0274-895117 (Pakem) dan 0274-416502 (Pugeran).

Posko Mentawai

Sementara untuk bantu menanggulangi bencana gempa dan tsunami di Pulau Mentawai, Telkom juga mendirikan Posko yang bertempat di kantor Telkom Tua Pejat berlokasi di dekat kantor bupati Mentawai.

Di Posko tersebut Telkom menyediakan hotline dengan nomor 0759-320198, 0759-320200, dan 0759-322000. Masyarakat juga bisa menghubungi Posko Telkom Peduli di Siberut 0759-21000 dan 0759-35500, di Siloan 0759-323200 dan 0759-323000.

"Jajaran Telkom di Mentawai, Sumatera Barat dan DI Yogyakarta yang terkena langsung dampak bencana tersebut diminta meningkatkan kesiagaan agar fasilitas telekomunikasi tidak mengalami gangguan," pungkas Eddy.
( rou / rns )

Read more ...

88 kantong darah terkumpul,di HUT telkom 154,BATAM

Rabu, 27 Oktober 2010


TRIBUNNEWSBATAM, BATAM
-- Kegiatan sosial donor darah yang digelar serikat karyawan Telkom Riau Kepulauan di Food Street Nagoya Hill Batam, pada Selasa (26/10) berhasil mengumpulkan 88 kantong darah dalam waktu kurang empat jam. Seluruh kantong darah tersebut langsung diserahkan ke PMI Cabang Batam untuk keperluan kemanusian.

M Zaidan Jauhari, selaku Ketua Sekar Telkom Rikep menjelaskan kegiatan donor darah ini adalah kegiatan rutin yang digelar Telkom setiap tahun menyambut hari ulang tahun. Namun, berkat kerjasama dan dukungan berbagai pihak, maka pada HUT Telkom ke 154, kegiatan di laksanaka di kawasan pusat perbelanjaan.

"Dipilihnya pusat perbelanjaan, selain mengutamakan pendonor dari kalangan karyawan Telkom sendiri, juga membidik, kalangan masyarakat umum, yang kebetulan berada di Nagoya Hil. Selama ini, kita menyelenggarakan kegiatan serupa di kantor setiap tahunnya. Tentu, makin banyak darah yang terkumpulkan, maka semakin banyak juga masyarakat Batam nantinya akan terbantu.,"ujar M Zaidan Jauhari, didampingi ketua pelaksana Rafdinal, Selasa (26/10).

Adapun, target acara kali ini adalah 100 kantor darah. Sedangkan selama empat jam penyelenggarana, berhasil mengumpulkan 88 kantor dari 116 orang yang melakukan pengecekan darah. Ini bukti kegiatan berhasil dan kemungkinan akan digelar dan menjadi kegiatan tahunan diselenggerakan di pusat perbelanjaan.

Pentingnya, aksi donor darah ini karena pengalaman karyawan Telkom, ketika ada saudara terkena musibah dan membutuhkan darah. "Ini pelajaran penting. Ketika ada karyawan butuh darah tertentu, ternyata sulit, dan habis. Maka, kami sebagai kerabat kerja turut merasakan kesusahannya. Sadar, akan masalah itu, maka kegiatan ini sebagai solusi dikemudian hari. Bayangkan, kalau perusahaan kita atau dari keluarga kita tidak ada yang pendonor aktif, maka akan merasakan susahnya mencari bantuan darah yang diinginkan,"papar Zaidan menceritakan pengalamannya.

Khusus kegiatan donor darah ini, panitia menyediakan berbagai souvenir bagi peserta yang telah mendonorkan darahnya, " Ada baju kaos menarik hingga pena. Tentu, kita berikan tambahan makanan bagi mereka yang selesai mendonorkan darahnya,"ujar Zaidan yang mengaku kalau dirinya bertekad akan ikut donor darah untuk yang pertama kalinya.
sumber artikel dari tribun
Read more ...

memaknai sumpah pemuda

Rabu, 27 Oktober 2010

Sumpah Pemuda
• Pertama, Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
• Kedoea, Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
• Ketiga, Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.
Demikian pernyataan isi “Sumpah Pemuda” sebelum menggunakan Ejaan Yang Disempurnakan, dimana sejarah
mencatat bahwa perubahan negeri ini banyak dipengaruhi oleh pemuda. Gagasan penyelenggaraan Kongres
Pemuda berasal dari Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI) yang kemudian dikenal sebagai momentum
Sumpah Pemuda. Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 menjadi sejarah dan juga sebuah bukti bahwa
pemuda memiliki semangat yang tinggi dalam upaya perbaikan negerinya.
Semangat baru ini dikobarkan para pemuda ditengah masa penjajahan. Dengan satu tujuan mencapai cita‐cita
negara Indonesia yang berdaulat. Berbagai peristiwa mewarnai perjuangan mereka dan rela berkorban hanya
untuk mengedepankan persatuan, kesatuan, dan tujujan kemerdekaan. Pada saat itu, orang berbicara tentang
pentingnya kesatuan, karena melihat kondisi kehidupan masyarakat terpecah‐pecah oleh kolonialisme Belanda.
Ketika akhirnya tebentuk negara Indonesia pada tahun 1945, dan pada masa pembentukan itu Indonesia
mengalami krisis kesatuan dan kebangsaan. Era yang dalam bentangan sejarah disebut masa demokrasi‐liberal,
yang ditandai dengan berbagai pemberontakan daerah dan mengakar kuatnya partai politik. Masa‐masa yang
dilalui dari era demokrasi terpimpin, orde baru, hingga reformasi. Rentang waktu sejarah perjalanan bangsa
indonesia sudah cukup panjang.
Dan kini, kita sebagai generasi penerus perlu merenungi kembali makna sumpah pemuda dengan jiwa dan
semangat kebangsaan serta keinginan bersatu yang tinggi. Tapi apakah ikatan kita sebagai sebuah bangsa sudah
kuat dan kokoh. Ini perlu jadi renungan para tokoh bangsa. Ketika tanah air ini aman‐aman saja, apakah semangat
nasional jadi luntur, semangat kebangsaan ikut memudar ?
Pada kenyataanya, banyak kaum muda saat ini yang mencoreng dirinya sendiri sebagai generasi penerus bangsa
sebagai sosok yang tidak berguna dengan pergaulan yang dilarang dalam agama dan hukum, seperti pecandu
narkoba, dan bertindak semaunya tanpa berfikir rasional. Banyak alasan yang mereka kemukakan sebagai
pembelaan diri, tetapi sebagai kaum pemuda yang menjadi harapan bangsa harus selalu melihat kedepan dengan
segala kemampuanya berusaha dengan sebaik mungkin dan menjadi kebanggaan baik didalam keluarga atau
masyarakat, juga mengabdi kepada agama dan bangsa.
Demokrasi yang kita jalani sekarang bisa memberikan berbagai dampak positif dan negatif, apabila tak diikuti
dengan kesadaran semangat kebangsaan yang tinggi, tentu saja demokratisasi tidak membuat kita terpecah.
Semangat dan jiwa Sumpah Pemuda perlu digelorakan kembali dalam jiwa kaum muda sekarang. Masa depan
bangsa ini terletak pada etos kerja dan semangat kaum muda. Dalam sejarah bangsa manapun di dunia, kaum
muda tetap menduduki posisi penting pada setiap perubahan. Sumpah Pemuda berkumandang, gelora dan
semangat kaum muda dituntut di masa sekarang, dengan tujuan memperbaiki kondisi ekonomi bangsa dan
mensejaterakan rakyat Indonesia. Bangkit dan Berjuanglah Pemuda Pemudi Indonesia……..!
Jakarta - 28-Oct-2008

Sumpah Pemuda adalah salah satu tonggak sejarah yang penting bagi bangsa Indonesia. Seperti kita telah ketahui, ada tiga butir penting Sumpah Pemuda, yaitu bertanah air satu, berbangsa satu, dan berbahasa satu. Tiga hal ini merupakan faktor penting bagi negara kita. Bagaimana semangat pemuda dulu? Bagaimana pula kenyataan pemuda pada masa kini?

Sesuai namanya, Sumpah Pemuda dirumuskan oleh para pemuda. Mereka kemudian menjadikannya sebagai dasar untuk membangkitkan rasa nasionalisme. Para pemuda tidak lagi berjuang sendiri, melainkan bersamasama.

Perlu kita ketahui, Sumpah Pemuda tidak lahir begitu saja. Banyak hal yang melandasi para pemuda bertekad untuk bersatu. Mereka berpikir tidak akan bisa membuat Indonesia merdeka jika berjuang di kelompok sendiri.

Kegagalan dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia membuat mereka sadar bahwa rasa nasionalisme harus dipadukan. Karena itu, diadakanlah Kongres Pemuda I dan II. Mereka menjadi satu, menjadi “Pemuda Indonesia”.


from >>>>

Read more ...

sang juru kunci merapi

Rabu, 27 Oktober 2010

Nasib juru kunci Gunung Merapi, Mbah Maridjan sudah diketahui. Pria bernama asli Mas Penewu Suraksohargo ini diyakini tewas. Anggota Tim SAR, Subur Mulyono, yang menyampaikan kabar duka ini.

Jenazah Mbah Maridjan ditemukan pukul 05.00 Waktu Indonesia Barat tadi pagi. "Mbah Maridjan ditemukan dalam posisi sedang sujud di dekat rumahnya," kata Subur di RS Sardjito, Yogyakarta, Rabu 27 Oktober 2010.

Saat dievakuasi, posisi Mbah Maridjan masih sujud dengan luka bakar di tubuhnya. Subur mengaku mengenali jenazah tersebut dari batik yang dikenakan jenazah.

"Karena sering ketemu, saya yakin itu Mbah Maridjan -- dari batik yang dikenakan," tambah dia. Sampai saat ini, jelas dia, proses evakuasi sedang berlangsung.

Sebelumnya , petugas Kamar Jenazah RS Sardjito Yogyakarta, mengakui pihaknya sudah menerima jasad Mbah Maridjan.

"Benar, Mbah Maridjan sudah ada di sini," kata petugas tersebut.

Soal kondisi jenazah Mbah Maridjan, dia mengaku tak berani menggambarkannya. Yang jelas, "kami menerima jenazah tersebut pukul 06.30 WIB," tambah dia.

Mbah Maridjan meninggal di rumahnya bersama belasan orang lainnya. Termasuk, rekan kami, redaktur VIVAnews, Yuniawan Nugroho yang kembali naik ke atas gunung demi juru kunci Merapi itu turun.
Read more ...